Banda Aceh – Aceh Upstream Oil & Gas (Supply Chain Management) Summit 2026 sukses digelar pada Senin (2/2/2026), bertempat di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Meningkatkan Produksi Migas Aceh demi Terwujudnya Kemandirian Energi Nasional” ini diikuti oleh sekitar 800 peserta dari unsur pemerintah, badan pengelola migas, pelaku industri, perbankan, akademisi, serta mitra strategis sektor energi.
Summit yang dimulai pada pukul 08:50 WIB ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pengelolaan rantai pasok (supply chain management) industri hulu migas di Aceh, sekaligus mendorong iklim investasi dan kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan daerah, di antaranya Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Komjen Pol Dr. Yudhiawan mewakili Menteri ESDM RI, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bayu Seta, Kepala BPMA Aceh Nasri Jalal, perwakilan TNI-Polri, pimpinan perguruan tinggi, serta jajaran direktur dan pimpinan perusahaan migas nasional.
Salah satu sesi utama dalam summit ini adalah diskusi dan pemaparan materi dari para narasumber industri, termasuk President Director & CEO Nawakara Dino Bimadwianda Hindarto, yang hadir didampingi oleh General Manager Regional Office Pekanbaru Joni Afrizal.
Dalam pemaparannya, CEO Nawakara menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan produksi migas Aceh sangat ditentukan oleh sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya dalam penguatan sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.
“Pengelolaan supply chain yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas migas. Melalui forum ini, kami melihat komitmen bersama untuk membangun ekosistem migas Aceh yang kompetitif, aman, dan berorientasi pada kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Regional Office Pekanbaru Joni Afrizal, menyampaikan bahwa summit ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan daerah.
“Aceh Upstream Oil & Gas Summit 2026 menjadi momentum penting untuk menyamakan visi dan langkah seluruh stakeholder. Nawakara berkomitmen mendukung pengelolaan migas Aceh melalui layanan profesional yang mengedepankan keselamatan, efisiensi operasional, dan pemberdayaan sumber daya lokal,” ungkapnya.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penggalangan dana bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, sebagai bentuk kepedulian sosial dari insan industri migas terhadap masyarakat terdampak.
Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan, diskusi panel, dan pemaparan materi berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta berakhir menjelang sore. Melalui penyelenggaraan summit ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat guna mendorong pertumbuhan industri hulu migas Aceh yang berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.