Access Control: Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi

Access Control: Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi

Access control atau pengaturan akses adalah salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan sebuah sistem keamanan yang baik.

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, access control secara sederhana berarti sebuah tindakan pembatasan selektif akses masuk (dan dalam beberapa kasus, akses keluar) seseorang terhadap suatu ruang

Dalam hal ini, ruang yang dimaksud dapat berupa sebuah ruang fisik (seperti bangunan) maupun sebuah ruang virtual (seperti folder di dalam sebuah komputer).

Tujuan utama dari access control adalah meningkatkan keamanan, dengan cara memastikan bahwa hanya orang-orang yang memiliki wewenang yang dapat memiliki akses ke dalam ruang tersebut (baik fisik maupun virtual). 

Dalam konteks ini, izin bagi seseorang untuk memasuki ruang tersebut disebut sebagai authorization

Meski terdengar sedikit rumit, namun contoh sederhana dari penerapan access control dapat Anda lihat atau bahkan sudah Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebagai contoh, ketika Anda mengunci pintu rumah, maka kita telah membatasi akses orang-orang untuk masuk dan keluar rumah kita Anda kepada orang-orang yang memegang kunci dari pintu tersebut. 

Atau contoh lain adalah ketika Anda telah menetapkan password untuk handphone Anda, maka Anda telah membatasi akses terhadap data dalam handphone Anda hanya kepada orang-orang yang mengetahui password yang telah ditetapkan untuk handphone Anda. 

Kedua contoh tersebut merupakan contoh sederhana penerapan access control untuk hal-hal yang bersifat lebih privat. Lantas bagaimana contoh penerapan access control terhadap hal-hal yang sifatnya lebih publik?

Adapun artikel ini akan secara spesifik membahas mengenai access control dalam pengamanan fisik.

Access Control dalam Pengamanan Fisik

Dalam pengamanan fisik, penerapan access control bertujuan untuk membatasi akses masuk seseorang ke dalam sebuah ruang fisik (seperti gedung perkantoran, stasiun, atau tempat lainnya), hanya kepada orang yang telah memiliki izin atau kewenangan. 

Lebih lanjut lagi, orang yang telah memiliki izin atau kewenangan ini hanya dapat mendapatkan akses ke dalam tempat tersebut melalui titik-titik yang telah ditetapkan. 

Titik-titik akses yang dimaksud dapat berupa pintu, turnstile, atau hal lainnya yang dikelilingi oleh tembok atau pagar sehingga tidak ada cara lain bagi seseorang untuk masuk atau keluar ke tempat tersebut selain melalui titik-titik akses yang telah ditetapkan. 

Lalu, bagaimana cara kerja access control?

Cara kerja access control

Contoh yang paling sederhana adalah menggunakan kunci, seperti contoh yang telah diberikan di atas. Penggunaan kunci memastikan bahwa akses masuk atau keluar melalui titik akses yang telah ditetapkan hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kunci tersebut. 

Namun penerapan access control dengan menggunakan kunci memiliki banyak kekurangan. Terlebih lagi pada tempat-tempat seperti gedung perkantoran dengan banyak ruangan yang memiliki izin akses berbeda-beda. 

Dengan hanya mengandalkan penggunaan kunci, maka akses masuk seseorang terhadap sebuah ruangan akan tergantung pada kunci tersebut. 

Sehingga, meski seseorang sebenarnya memiliki kewenangan untuk mengakses ruang tersebut, namun ia tidak akan dapat masuk jika kunci yang diperlukan tidak ada (baik karena hilang, rusak, atau orang yang memegang kunci tidak berada di lokasi). 

Terlebih lagi, sebuah kunci dapat diduplikasi serta tidak memiliki catatan terhadap siapa yang menggunakannya. 

Dengan demikian, meningkatkan kemungkinan orang yang sebenarnya tidak berwenang untuk mendapatkan akses ke sebuah ruangan selama ia memiliki kunci yang diperlukan. 

Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, kendala-kendala keamanan yang dihadapi tersebut dapat diselesaikan dengan penggunaan perangkat elektronik untuk menerapkan access control atau electronic access control.

Electronic access control

Menggunakan perangkat elektronik, electronic access control bertujuan untuk menghilangkan keterbatasan penerapan access control yang hanya menggunakan kunci. 

Berbeda dengan penggunaan kunci, electronic access control memerlukan identifikasi dari orang yang ingin mengakses ruang tersebut. Secara umum, informasi ini berada di dalam sebuah kartu akses

Kartu akses ini kemudian ditempelkan di sebuah reader yang terletak di dekat pintu masuk ruangan tersebut. Reader kemudian akan mengirimkan informasi di dalamnya ke sebuah controller untuk diidentifikasi.  

Jika informasi yang dimiliki sudah sesuai dengan database yang ada, maka akses akan diberikan kepada orang tersebut. Pintu ke ruangan akan terbuka dan waktu ketika mengaksesnya akan dicatat. 

Sebaliknya, jika informasi tidak sesuai dengan database, maka akses tidak akan diberikan. Pintu ke ruangan akan tetap tertutup dan percobaan untuk mengakses pintu tersebut akan dicatat. 

Apapun hasilnya, percobaan akses ini akan dicatat sehingga meninggalkan “jejak”. Hal tersebut mempermudah aktivitas pengawasan keamanan serta efektivitas penerapan access control.

Mengingat fungsi kartu akses serupa dengan kunci. Kemungkinan bahwa kartu tersebut hilang atau digunakan oleh orang lain masih tetap ada.

Untuk menghindari hal tersebut, proses two-factor authentication dapat dilakukan. Di mana seseorang perlu memberikan informasi tambahan untuk mendapatkan akses. Sebagai contoh:

  • Password atau PIN
  • Tanda pengenal
  • Sidik jari atau biometric input lainnya

Electronic access control memang lebih rumit dibandingkan access control dengan menggunakan kunci. Lalu apa keuntungannya?

Keuntungan Electronic Access Control

Keuntungan yang paling utama tentu adalah peningkatan keamanan aset Anda. Dengan menetapkan parameter untuk setiap individu dalam sistem access control, Anda dapat mengatur:

  • Siapa yang mendapatkan akses
  • Ruang mana yang dapat diakses 
  • Kapan mereka mendapatkan akses
  • Dalam kondisi apa mereka mendapatkan akses

Yang bisa Anda ubah dan perbaharui kapan saja sesuai dengan keperluan.  

Terlebih lagi, setiap percobaan akses akan dicatat. Sehingga, ketika suatu insiden keamanan terjadi, Anda dapat dengan mudah menentukan orang-orang yang mungkin terlibat melalui catatan tersebut. 

Penggunaan electronic access control juga membuat Anda mengurangi jumlah personel yang perlu ditugaskan untuk menjaga aset Anda. Dengan demikian, meningkatkan efektivitas sistem keamanan yang Anda miliki. 

Selain peningkatan keamanan, menggunakan electronic access control juga meningkatkan efisiensi aktivitas operasional bisnis Anda. Dengan memastikan bahwa akses terhadap sebuah ruangan hanya dimiliki oleh orang yang berwenang. 

Memastikan setiap karyawan Anda dapat bekerja dengan tenang. 

Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Perusahaan Anda bersama Nawakara

Di Nawakara, kami meyakini setiap orang atau perusahaan pasti memiliki kebutuhan akan rasa aman. Access control merupakan salah satu elemen untuk meningkatkan keamanan dan rasa aman dari tindak kejahatan melalui desain lingkungan atau crime prevention through environmental desain yang sendirinya merupakan salah satu unsur konsep keamanan terintegrasi atau Integrated Security Solutions. 

Sebagai perusahaan yang mampu memberikan solusi keamanan terintegrasi, kami akan memastikan bahwa sistem access control Anda akan bekerja bersama dengan unsur-unsur keamanan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. 

Ditambah dengan penggunaan perangkat-perangkat pengamanan terbaru, kami juga dapat memastikan bahwa sistem access control Anda akan bekerja secara efektif. 

Secara keseluruhan, meningkatan keamanan dan efisiensi perusahaan Anda. 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui link ini

CS
close
CS

Halo!
Tim sales kami siap melayani Anda

Kirim Pertanyaan