General Manager P1 Force, R. Agung Wibowo: Strategi Keamanan Acara dan Mitigasi Risiko

General Manager P1 Force, R. Agung Wibowo: Strategi Keamanan Acara dan Mitigasi Risiko

Keamanan acara yang optimal merupakan salah satu aspek terpenting untuk memastikan kesuksesan sebuah acara, menghindari kerugian materi, sambil menjaga nama baik penyelenggara, dengan menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat selama acara.

Ketika membahas tentang keamanan acara, pengalaman panjang Manajer Umum P1 Force, Bapak Rakhmad Agung Wibowo, atau Pak Bowo, tidak diragukan lagi.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Pak Bowo bergabung dengan Nawakara pada tahun 1999, kemudian ditugaskan ke P1 Force sejak awal berdirinya pada tahun 2000. P1 Force sendiri adalah bagian dari Grup Nawakara yang didirikan dengan fokus pada layanan keamanan acara & perlindungan dekat.

Mari kita lihat dengan seksama tentang keamanan acara melalui ringkasan wawancara kami dengan Pak Bowo di bawah ini.

T: Apa Risiko dan Ancaman Keamanan yang Ditemukan dalam Sebuah Acara?

Sebelumnya, perlu diingat bahwa kata “acara” di sini digunakan sebagai istilah umum untuk merujuk pada berbagai jenis acara seperti konferensi, konser musik, turnamen olahraga, dan sebagainya. Oleh karena itu, risiko dan ancaman yang ditemukan juga bervariasi tergantung pada jenis acara yang dimaksud.

Namun secara umum, risiko keamanan yang dapat ditemukan dalam sebuah acara dapat berupa kerugian materi akibat pencopetan, keributan akibat tindakan elemen-elemen yang tidak bertanggung jawab, hingga yang paling ekstrim, kehilangan nyawa.

Sementara ancaman keamanan terutama berasal dari manusia, dari tindakan yang dapat mereka lakukan dan barang-barang berbahaya yang mungkin mereka bawa. Selain itu, ancaman keamanan juga dapat berasal dari bencana alam, seperti gempa bumi.

T: Di mana saja area-area yang rentan terhadap risiko dan ancaman keamanan ini kemungkinan akan terjadi?

Area-area rentan adalah area yang ramai oleh pengunjung atau peserta acara, yaitu area-area yang menjadi pintu masuk dan/atau keluar serta area-area yang menjadi pusat aktivitas acara itu sendiri.

Terutama di area pintu masuk dan/atau keluar, terdapat potensi tinggi untuk pelanggaran keamanan seperti pencopetan, pelecehan seksual, dan keributan yang dapat timbul akibat hal-hal seperti antrian yang tidak teratur.

Hal yang sama juga dapat terjadi di area yang menjadi pusat aktivitas acara itu sendiri. Pada tingkat paling ekstrim, risiko kehilangan nyawa akibat bencana seperti gempa bumi dan kebakaran juga meningkat. Terutama jika acara tersebut diselenggarakan di tempat tertutup seperti gedung atau stadion.

Oleh karena itu, keamanan optimal diperlukan untuk membuat area-area rentan ini aman dan nyaman sehingga dapat menjamin kesuksesan acara yang diselenggarakan.

T: Jadi, bagaimana P1 Force menerapkan keamanan acara secara optimal?

Kerangka Rencana-Cegah-Lindungi

Untuk menerapkan keamanan optimal, kami tentu menggunakan kerangka rencana-cegah-lindungi.

Dalam tahap perencanaan, komunikasi yang baik sangat penting dengan penyelenggara acara. Informasi seperti konsep acara, perkiraan jumlah pengunjung, serta para pemimpin pihak ketiga yang berkontribusi pada keamanan acara, perlu disampaikan.

Penilaian keamanan tempat acara juga dilakukan. Seperti titik-titik yang digunakan sebagai pintu masuk dan/atau keluar, teknologi keamanan yang sudah dimiliki tempat acara, dan kapasitas tempat acara yang akan digunakan.

Juga termasuk dalam tahap perencanaan adalah menentukan lokasi pusat komando, membuat skema alur pergerakan pengunjung, dan sebagainya.

Untuk setiap informasi yang diperoleh, kami akan mempelajarinya secara detail. Sebagai contoh, kami mengukur jumlah pengunjung atau penonton per meter persegi ruang yang tersedia di tempat acara dan jenis acara yang diselenggarakan. Perhitungan ini dilakukan untuk mendapatkan jumlah pengunjung atau penonton yang aman dalam hubungannya dengan kapasitas tempat yang digunakan. Agar menghindari terjadinya gangguan keamanan seperti kerumunan.

Melalui informasi yang dipelajari, langkah-langkah keamanan acara untuk mengurangi risiko kemudian dapat diambil. Langkah-langkah ini termasuk latihan untuk personil yang bertugas di lapangan, khususnya untuk menghadapi keadaan darurat, penyiapan barikade, dan pemasangan peralatan keamanan yang diperlukan.

Langkah terakhir, tentu saja, adalah melakukan keamanan itu sendiri. Keamanan dilakukan oleh semua personil yang bertugas secara profesional sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Meskipun keamanan merupakan tugas utama kami, kami juga menyadari bahwa kenyamanan adalah faktor yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam sebuah acara. Untuk alasan ini, kami juga mengambil berbagai langkah untuk menjaga kenyamanan acara.

Sebagai contoh, kami menempatkan personil kami dengan keterampilan komunikasi di titik-titik yang memiliki intensitas interaksi tinggi dengan pengunjung, atau pemeriksaan tubuh di pintu masuk dilakukan secara efektif dan efisien sehingga pengunjung tidak perlu mendorong dan berpotensi menimbulkan keributan.

Integrasi Manusia & Mesin/Teknologi

Berbicara tentang pemeriksaan tubuh, kegiatan keamanan tersebut adalah contoh bagus pentingnya integrasi antara manusia dan mesin/teknologi untuk keamanan acara yang optimal.

Agar pemeriksaan tubuh dapat dilakukan secara efektif dan efisien, diperlukan penggunaan mesin/teknologi seperti detektor logam genggam, detektor logam berjalan, atau bahkan mesin sinar-X.

Selain itu, penambahan mesin/teknologi lain juga dapat disarankan sesuai dengan hasil penilaian keamanan dan mesin/teknologi yang sudah tersedia di tempat acara. Sebagai contoh, pemasangan CCTV portabel sementara.

Mesin atau teknologi ini tetap memerlukan keberadaan manusia untuk menjaga keamanan. Oleh karena itu, personel kami juga telah dilatih untuk dapat mengoperasikan mesin atau teknologi tersebut. Sehingga tercipta kesatuan keamanan yang optimal antara manusia dan mesin atau teknologi serta mempercepat tanggapan dalam menghadapi gangguan keamanan.

Koordinasi dengan Pihak Ketiga

Jika pelanggaran keamanan terus berlanjut, koordinasi dengan pihak ketiga seperti polisi, pemadam kebakaran, atau petugas kesehatan, akan dilakukan jika dianggap perlu.

Koordinasi dengan pihak ketiga dianggap perlu ketika pengawas lapangan atau komandan menganggap bahwa situasi yang menyebabkan gangguan keamanan tidak dapat ditangani oleh personel di lapangan.

Melalui pengawas atau komandan lapangan, situasi akan dilaporkan ke pusat komando. Di pusat komando, laporan akan dianalisis oleh pimpinan tertinggi untuk menentukan pihak ketiga mana yang perlu dikoordinasikan.

Dengan sistem keamanan yang dioptimalkan dan rantai komando yang jelas, koordinasi ini hanya dilakukan dalam waktu beberapa menit. Sehingga gangguan keamanan dapat ditangani secepat mungkin.

T: Bisakah Anda menceritakan tentang sebuah kejadian keamanan yang dilakukan oleh P1 Force?

Tentu saja, sebenarnya ada banyak kejadian tersebut. Tapi yang paling baru-baru ini, kami ditugaskan untuk mengamankan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 dan Piala Dunia Sepak Bola U-17 FIFA 2023. Dua acara olahraga internasional yang diselenggarakan cukup dekat satu sama lain.

Untuk Piala Dunia Sepak Bola U-17 FIFA 2023, tugas mengamankan salah satu venue yang digunakan adalah Stadion Manahan di Kota Solo. Berbeda dengan venue lainnya, Stadion Manahan digunakan sebagai venue dari babak grup hingga final atau dari awal turnamen hingga selesai. Venue yang digunakan untuk Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 adalah Indonesia Arena di Jakarta.

Karena ini adalah acara internasional, keamanan acara yang dilakukan juga mengikuti standar internasional sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh FIBA (untuk Piala Dunia Bola Basket) dan FIFA (untuk Piala Dunia U-17).

Semua tahap yang dijelaskan di atas dilakukan secara rinci. Mulai dari persiapan rencana, dan simulasi saat menghadapi semua gangguan keamanan yang mungkin terjadi, pengujian mesin/teknologi keamanan yang digunakan, dan sebagainya.

Lebih lanjut, selain layanan keamanan acara, layanan perlindungan dekat kami juga digunakan untuk atlet, pelatih, dan staf yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Kami menyediakan keamanan 24 jam, dari kedatangan mereka ke Indonesia hingga kembali ke bandara untuk kembali ke negara masing-masing.

Dengan demikian, semua kegiatan peserta acara dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Sehingga mereka dapat mempertahankan fokus mereka dalam berkompetisi.

Melalui kerjasama dengan berbagai pihak, perencanaan dan pelatihan yang hati-hati, serta implementasi keamanan acara yang optimal, kedua acara internasional tersebut dapat diselenggarakan dengan sukses.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun mengamankan berbagai jenis acara, P1 Force dan Nawakara menggunakan pendekatan yang disesuaikan. Sistem keamanan acara dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan setiap acara.

Sistem keamanan acara ini meliputi personel yang terlatih dengan baik serta integrasi yang baik antara manusia dan mesin/teknologi. Dengan demikian menjamin keselamatan dan kenyamanan acara Anda dari awal hingga selesai.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai keamanan acara.

CS
close
CS

Halo!
Tim sales kami siap melayani Anda

Kirim Pertanyaan