{"id":2253,"date":"2022-09-18T10:05:05","date_gmt":"2022-09-18T03:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/nawakara.com\/en\/?p=2253"},"modified":"2023-12-25T17:33:00","modified_gmt":"2023-12-25T10:33:00","slug":"port-facility-security","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawakara.com\/id\/port-facility-security\/","title":{"rendered":"Keamanan Fasilitas Pelabuhan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, pelabuhan tentu memiliki peran krusial bagi Indonesia baik dalam skala regional, nasional, hingga internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pentingnya peranan pelabuhan bagi Indonesia, menerapkan pengamanan yang menyeluruh tentu menjadi kewajiban guna menjamin kelancaran segala aktivitas di pelabuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menerapkan pengamanan menyeluruh di sebuah pelabuhan?<\/span><\/p>\n<p><b>ISPS Code dan Keamanan Pelabuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada skala internasional, pengamanan suatu fasilitas pelabuhan perlu mengikuti peraturan yang tertuang dalam <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/1862-2\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ISPS Code<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelabuhan-pelabuhan yang dimaksud adalah pelabuhan-pelabuhan yang melayani kapal-kapal yang beroperasi untuk pelayaran internasional dengan jenis yang juga telah diatur dalam kode tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guna dianggap mematuhi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">comply <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ISPS Code<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pengamanan fasilitas pelabuhan. Antara lain;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan penilaian terhadap keamanan fasilitas pelabuhan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun rencana keamanan fasilitas pelabuhan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Penilaian Keamanan Fasilitas Pelabuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ditetapkannya suatu sasaran keamanan dan sebelum menyusun suatu rencana keamanan, penilaian keamanan terhadap kawasan\/objek yang akan diamankan tentu perlu dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dilakukan untuk menyusun rencana keamanan, penilaian keamanan ini juga perlu dikaji secara berkala guna memastikan kemampuan pengendalian risiko keamanan masih relevan dengan kondisi terkini serta mengidentifikasi kebutuhan pembaharuan keamanan jika diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kaitannya dengan pelabuhan yang perlu memenuhi persyaratan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ISPS Code<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, penilaian terhadap keamanan fasilitasnya dapat dilakukan oleh sebuah Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang telah diakui atau<\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/isps-code-di-indonesia\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">RSO<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Recognized Security Organization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian terhadap keamanan fasilitas pelabuhan adalah sebagai berikut;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi dan mengevaluasi aset-aset dan infrastruktur penting yang perlu dilindungi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi ancaman yang dapat terjadi terhadap aset-aset dan infrastruktur tersebut, serta probabilitas ancaman tersebut untuk terjadi. Identifikasi ini dilakukan untuk menentukan dan memprioritaskan tindak balasan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">countermeasures<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) serta perubahan prosedural dan tingkat efektifitasnya dalam mengurangi kerentanan keamanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi kelemahan, termasuk faktor manusia dalam infrastruktur, kebijakan, dan prosedur.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Rencana Keamanan Fasilitas Pelabuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan PM 134 Tahun 2016 Tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan, penyusunan rencana keamanan fasilitas pelabuhan dilakukan oleh Perwira Keamanan Fasilitas Pelabuhan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">PSFO<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusunan rencana keamanan fasilitas pelabuhan ini dapat dibantu oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RSO <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jika diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana keamanan fasilitas pelabuhan antara lain adalah;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah yang dirancang untuk mencegah masuknya senjata atau unsur-unsur dan perangkat berbahaya lainnya yang tidak memiliki izin serta dapat digunakan untuk melukai manusia, merusak kapal atau pelabuhan serta kargonya ke dalam fasilitas pelabuhan atau kapal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah yang dirancang untuk mencegah akses pihak-pihak yang tidak memiliki izin ke dalam fasilitas pelabuhan, kapal yang ditambatkan di fasilitas pelabuhan, dan kawasan terlarang di fasilitas pelabuhan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur dalam merespons ancaman atau pelanggaran keamanan termasuk ketentuan untuk tetap menjalankan kegiatan fasilitas pelabuhan atau interaksi antara kapal dan pelabuhan yang krusial.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur dalam merespons instruksi keamanan yang diberikan oleh otoritas negara pada tingkat keamanan 3.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur evakuasi jika terjadi ancaman atau pelanggaran keamanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas untuk personil fasilitas pelabuhan yang bertanggung jawab atas keamanan fasilitas pelabuhan serta personil pelabuhan lainnya yang terkait dengan keamanan fasilitas pelabuhan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur dalam berinteraksi dengan aktivitas keamanan kapal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur untuk pengkajian berkala dari rencana keamanan fasilitas pelabuhan serta pembaharuannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur dalam melaporkan insiden keamanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi petugas keamanan fasilitas pelabuhan termasuk detail kontak yang dapat dihubungi selama 24 jam.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah untuk memastikan keamanan dari informasi yang berada di dalam rencana keamanan fasilitas pelabuhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah yang dirancang untuk memastikan efektivitas keamanan muatan serta peralatan yang digunakan untuk menangani muatan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur untuk mengaudit rencana keamanan fasilitas pelabuhan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur untuk merespons jika sistem siaga keamanan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">security alert system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) kapal yang berada di fasilitas pelabuhan, menyala.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur untuk memfasilitasi waktu istirahat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shore leave<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) personil kapal atau pergantian personil kapal, serta akses pengunjung ke kapal termasuk perwakilan dari organisasi kesejahteraan pelaut (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seafarers\u2019 welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan buruh.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Mengamankan Fasilitas Pelabuhan Anda\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nawakara sebagai BUJP di Indonesia yang telah diakui atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RSO <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat berperan dalam mengimplementasikan ISPS dan mengamankan fasilitas pelabuhan Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rencanakan, kembangkan dan perkuat keamanan fasilitas pelabuhan Anda bersama <\/b><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/category_services\/consultancy-training\/#nawakara-rso-consultation-service\"><b>Nawakara<\/b><\/a><b>!<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, pelabuhan tentu memiliki peran krusial bagi Indonesia baik dalam skala regional, nasional, hingga internasional.\u00a0 Karena pentingnya peranan pelabuhan bagi Indonesia, menerapkan pengamanan yang menyeluruh tentu menjadi kewajiban guna menjamin kelancaran segala aktivitas di pelabuhan.\u00a0 Lantas, hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menerapkan pengamanan menyeluruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4242,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2253"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2256,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions\/2256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}