{"id":2257,"date":"2022-09-26T10:08:57","date_gmt":"2022-09-26T03:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/nawakara.com\/id\/?p=2257"},"modified":"2022-12-01T10:13:21","modified_gmt":"2022-12-01T03:13:21","slug":"awaloedin-djamin-pendiri-satpam-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawakara.com\/id\/awaloedin-djamin-pendiri-satpam-indonesia\/","title":{"rendered":"Awaloedin Djamin: Pendiri Satpam Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara mengenai pengamanan di Indonesia, nama \u201cAwaloedin Djamin\u201d tentu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Terutama jika telah menyangkut dengan pendiri <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/serba-serbi-satpam\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">satpam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang mungkin sudah umum diketahui, Awaloedin Djamin yang bergelar lengkap Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Drs. Awaloedin Djamin, M. P. A. memiliki jasa yang sangat besar untuk satpam hingga disebut sebagai \u201cBapak Satpam Indonesia\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah gelar yang didapatkannya setelah membentuk satuan pengamanan di Indonesia melalui Surat Keputusan Kapolri No. Pol.: SKEP\/126\/XII\/1980 tentang Pola Pembinaan Satpam ketika masih menjabat sebagai Kapolri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di samping jasanya dalam dunia kepolisian dan pengamanan Indonesia, Awaloedin Djamin \u2013 seperti yang dapat dilihat dari gelarnya \u2013 juga merupakan seorang akademisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjabat sebagai Kapolri, Awaloedin Djamin juga pernah berkarir dalam bidang lain semasa hidupnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antara lain sebagai Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Ketua Lembaga Administrasi Negara, serta Duta Besar Indonesia untuk Jerman Barat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana kehidupan seorang Awaloedin Djamin?<\/span><\/p>\n<p><b>Kehidupan Awal<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awaloedin Djamin lahir pada tanggal 26 September 1927 di Kota Padang, Sumatera Barat yang pada masa itu masih berada di bawah pemerintahan Hindia-Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1946, beliau sempat mengikuti latihan kemiliteran di Batu Sangkar. Selepas itu, Awaloedin Djamin kembali ke Kota Padang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, keadaan yang semakin memanas di Kota Padang memaksanya beserta keluarganya untuk mengungsi ke Bukittinggi. Di Bukittinggi, Awaloedin Djamin <\/span><a href=\"https:\/\/m.merdeka.com\/awaloeddin-djamin\/profil\"><span style=\"font-weight: 400;\">menyelesaikan pendidikannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 di SLTA (setara SMA saat ini) pada tahun 1948.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Polisi dan Akademisi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu tahun setelah menamatkan SLTA, Awaloedin Djamin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi pada tahun 1949 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya berselang satu tahun mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, Awaloedin Djamin memilih untuk mendaftarkan diri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengenyam pendidikan di PTIK selama lima tahun, atau lebih tepatnya pada tahun 1955, beliau lulus dari PTIK dan secara resmi telah menjadi seorang polisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perjalanan Awaloedin Djamin dalam dunia akademik tidak berhenti di situ. Beliau mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya lebih tinggi lagi dalam program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Graduate School of Public and International Affair<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dua tahun berkuliah di program tersebut, beliau lulus dengan gelar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Master of Public Administration <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau M. P. A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan formal tampaknya merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Awaloedin Djamin. Tidak \u201cpuas\u201d dengan gelar magisternya, beliau kembali melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar doktor di Amerika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelar Doktor yang berhasil beliau dapatkan pada tahun 1963 dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">School of Public Administration<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Universitas Carolina Selatan. Menjadikannya sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/tokoh.id\/biografi\/1-ensiklopedi\/polisi-pertama-bergelar-profesor-doktor\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">polisi pertama yang berhasil meraih gelar Profesor Doktor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kapasitasnya dalam dunia akademik beliau sempat menjadi Dekan PTIK, Rektor Universitas Pancasila (1983-1985), serta dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap di FISIP (saat itu masih bernama Fakultas Ilmu-ilmu Sosial atau FIS), Universitas Indonesia pada tahun 1982 dengan pidato pengukuhannya yang berjudul \u201cPraktek Administrasi Negara Republik Indonesia dan Perkembangan Ilmu Administrasi\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini <\/span><a href=\"https:\/\/kemenag.go.id\/read\/awaloedin-djamin-peletak-tonggak-reformasi-birokrasi-9doxy\"><span style=\"font-weight: 400;\">karya tulisan Awaloedin Djamin<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti \u201cAdministrasi Kepolisian RI Menghadapi Tahun 2000\u201d atau \u201cSistem Administrasi Kepolisian Indonesia\u201d, masih kerap dirujuk dalam karya-karya ilmiah ilmu administrasi negara dan ilmu kepolisian di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Perjalanan Karier<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang hidupnya, <\/span><a href=\"https:\/\/bppndik.tripod.com\/awal.htm\"><span style=\"font-weight: 400;\">perjalanan karier Awaloedin Djamin<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> telah membawanya bertugas dalam beberapa bidang. Mengingat kemampuannya, bukanlah suatu hal yang mengherankan bahwa keahliannya dibutuhkan di berbagai tempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan karier Awaloedin Djamin dimulai di tahun 1955 setelah menyelesaikan studinya di PTIK. Dengan pangkat Komisaris Polisi Tingkat I, beliau menjadi bagian dari Jawatan Kepolisian Negara, Jakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kariernya berlanjut di sana hingga beliau menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Umum Sekretariat Jawatan Kepolisian Negara pada tahun 1958. Setelah tiga tahun menjabat, beliau memilih untuk melanjutkan studinya ke Amerika Serikat seperti yang sudah dijelaskan di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekembalinya dari Amerika Serikat, beliau meniti karirnya di berbagai tempat yang terlalu banyak untuk dituliskan secara rinci dalam artikel ini. Beberapa di antara jabatan beliau adalah;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Menteri Tenaga Kerja (1966-1968)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menjabat sebagai Menteri selama dua tahun, beliau melakukan beberapa langkah strategis dan melahirkan kebijakan untuk memperbaiki tingkat penghasilan dan kesejahteraan pegawai negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Ketua Lembaga Administrasi Negara (1970-1976)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam masa kepemimpinan beliau di Lembaga Administrasi Negara (LAN), penyusunan dan pengesahan Undang-undang baru tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-undang yang dimaksud adalah UU Nomor 8 Tahun 1974 yang membedakan antara pejabat negara dan pegawai negeri, meski pejabat negara dapat juga berasal dari pegawai negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (1978-1982)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi Kapolri beliau dapatkan setelah sebelumnya ditugaskan menjadi Duta Besar RI untuk Jerman Barat (1976-1978).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang umumnya diketahui, Awaloedin Djamin mendapatkan gelarnya sebagai \u201cBapak Pendiri Satpam Indonesia\u201d setelah menjadi penggagas dibentuknya sebuah satuan pengamanan di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gagasan tersebut direalisasikan melalui Surat Keputusan Kapolri No. Pol.: SKEP\/126\/XII\/1980 tentang Pola Pembinaan Satpam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencapaian lain beliau ketika masih menjabat sebagai Kapolri adalah pengesahan UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (dikenal juga sebagai KUHAP) oleh DPR-RI untuk menggantikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Het Herziene Inlandsch Reglement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">HIR<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang merupakan \u201cpeninggalan\u201d kolonial Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materi KUHAP yang baru tersebut mendapatkan sumbangan pokok-pokok pikiran dari Polri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Penghargaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat jasa-jasanya, Awaloedin Djamin atau \u201cBapak Satpam Indonesia\u201d telah meraih sejumlah penghargaan\/tanda jasa baik dari dalam negeri maupun luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun <\/span><a href=\"https:\/\/kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id\/cabinet_personnel\/popup_profil_pejabat.php?id=541&#038;presiden_id=2&#038;presiden=suharto\"><span style=\"font-weight: 400;\">penghargaan\/tanda jasa yang didapatkan Awaloedin Djamin<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 semasa hidupnya adalah;<\/span><\/p>\n<p><b>Dari Indonesia<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Mahaputra Adipradana<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Dharma<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Bhayangkara Utama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Bhayangkara Pratama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Bhayangkara Nararya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Karya Bhakti<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Yana Utama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Pancawarsa III<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satya Lencana Penegak dan Veteran Pejuang Kemerdekaan\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Dari Luar Negeri<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda Jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Grosskeruz des Bunder-dientsordens <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari Pemerintah Republik Federal Jerman (Jerman Barat)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Philippine Legion of Honor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari Pemerintah Filipina<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Bapak Pendiri Satpam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah pembentukan satpam dapat ditelusuri ke tanggal 30 Desember 1980. Tanggal ini kemudian juga menjadi tanggal yang dipilih sebagai HUT satpam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tanggal itu, Awaloedin Djamin atau \u201cBapak Satpam Indonesia\u201d yang sedang menjabat sebagai Kapolri (1978-1982) mengeluarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol.: SKEP\/126\/XII\/1980 tentang Pola Pembinaan Satpam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201csatuan pengamanan\u201d sendiri dipilihnya sebagai terjemahan dari kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">security guards<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d, dimana kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">security<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d atau \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sekuriti<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d masih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyebut satpam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah surat keputusan tersebut keluar, jumlah anggota satpam di Indonesia meningkat menjadi 30.000. Jumlah yang terus meningkat, hingga pada tahun 2020 <\/span><a href=\"https:\/\/jurnalsecurity.com\/dirgahayu-satpam-indonesia-yang-ke-40\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">jumlah satpam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> diperkirakan telah mencapai 1,600,000 dimana 500,000 diantaranya telah terdaftar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat jasanya, pada tanggal 30 Desember 1993 yang bertepatan dengan hari ulang tahun satpam ke-13, Kapolri Letjen Pol Drs. Banurusman mengukuhkan Awaloedin Djamin sebagai \u201cBapak Satpam Indonesia\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin tahu lebih lanjut tentang serba-serbi satpam? Pembahasan menyeluruh mengenai sejarah satpam, tugas satpam, fungsi satpam hingga pelatihan satpam dapat Anda baca pada artikel berikut ini: <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/serba-serbi-satpam\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serba-Serbi Satpam yang Perlu Anda Ketahui.<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara mengenai pengamanan di Indonesia, nama \u201cAwaloedin Djamin\u201d tentu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Terutama jika telah menyangkut dengan pendiri satpam. Seperti yang mungkin sudah umum diketahui, Awaloedin Djamin yang bergelar lengkap Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Drs. Awaloedin Djamin, M. P. A. memiliki jasa yang sangat besar untuk satpam hingga disebut sebagai \u201cBapak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2257"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2261,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257\/revisions\/2261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}