{"id":2267,"date":"2022-10-10T10:25:57","date_gmt":"2022-10-10T03:25:57","guid":{"rendered":"https:\/\/nawakara.com\/id\/?p=2267"},"modified":"2022-12-01T10:35:50","modified_gmt":"2022-12-01T03:35:50","slug":"emergency-response-team-service-dan-sar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawakara.com\/id\/emergency-response-team-service-dan-sar\/","title":{"rendered":"Emergency Response Team Service dan SAR"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan darurat merupakan keadaan di luar keadaan normal yang dapat disebabkan oleh faktor manusia maupun alam dan dapat membahayakan nyawa manusia, kerusakan harta benda, serta kerusakan lingkungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena merupakan suatu keadaan di luar keadaan normal, sifat keadaan darurat ketika terjadi sulit untuk diprediksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi, waktu menjadi hal krusial dalam keadaan darurat sehingga memerlukan penanganan dengan segera, efisien serta efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan keadaan darurat yang buruk dapat menyebabkan hilangnya nyawa, rusaknya harta benda, dan rusaknya lingkungan yang sebenarnya dapat dikurangi atau bahkan dicegah sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, sebuah rancangan sistem manajemen pengamanan yang baik harus meliputi paduan mengenai penanganan keadaan darurat guna mengurangi dampak dari terjadinya keadaan darurat tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Nawakara, kami tidak hanya merancang paduan mengenai penanganan keadaan darurat. Lebih dari itu, kami juga memiliki tim tanggap darurat atau <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/category_services\/physical-security\/#nawakara-emergency-response-team-service\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emergency Response Team<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang telah membantu menangani keadaan darurat di berbagai wilayah di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, pada tahun 2022 kami menjadi satu-satunya <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/bujp-dan-jasa-security\/\"><b>BUJP<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mendapatkan mandat dan penunjukan resmi dari Basarnas untuk menyelenggarakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Chb_EdJB07j\/?hl=id\"><b>pelatihan SAR<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi eksternal atau umum yang nantinya akan mendapatkan sertifikasi dari Basarnas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Emergency Response Team dari Nawakara, pembahasan mengenai Basarnas dan sistem SAR secara internasional akan diberikan terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga peranan Emergency Response Team\u00a0 dari Nawakara dalam suatu sistem yang lebih luas dapat dipahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Search and Rescue <\/i><\/b><b>(SAR) dalam Dunia Internasional<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk kepada situs web Basarnas, lahirnya <\/span><a href=\"https:\/\/basarnas.go.id\/sejarah\"><span style=\"font-weight: 400;\">organisasi SAR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia tidak terlepas dari \u201ctuntutan\u201d dunia internasional. Di mana sebuah negara yang tidak memiliki organisasi SAR dapat dianggap sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">black area<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dianggapnya sebuah negara sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">black area<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d akan berdampak negatif terhadap aspek perekonomian, sosial politik, pertahanan, keamanan, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, Indonesia juga telah menjadi anggota dari organisasi penerbangan sipil internasional atau <\/span><a href=\"https:\/\/www.icao.int\/Pages\/default.aspx\"><span style=\"font-weight: 400;\">ICAO<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Civil Aviation Organization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) pada tahun 1950 dan organisasi maritim internasional atau <\/span><a href=\"https:\/\/www.imo.org\/en\"><span style=\"font-weight: 400;\">IMO<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Maritime Organization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) pada tahun 1959.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua lembaga internasional tersebut merupakan bagian dari badan khusus (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">specialized agencies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) PBB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ICAO memiliki fungsi utama untuk mengkodifikasi prinsip serta teknik navigasi penerbangan internasional serta mendorong perencanaan dan pengembangan transportasi udara internasional guna memastikan pertumbuhan yang aman dan teratur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara IMO memiliki fungsi utama untuk menetapkan langkah-langkah guna meningkatkan keamanan dan pengamanan pelayaran internasional serta mencegah polusi yang diakibatkan oleh kapal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kaitannya dengan SAR, Konvensi Chicago Tahun 1944 (ICAO) dan Konvensi SOLAS 1974 (IMO) mewajibkan negara-negara anggotanya yang telah meratifikasi konvensi tersebut \u2013 salah satunya Indonesia \u2013 untuk membentuk dan memiliki organisasi SAR yang mampu menangani kecelakaan penerbangan dan kecelakaan pelayaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>IAMSAR Manual dan Sistem SAR Global<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bulan November tahun 1999, sebuah pedoman yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Aeronautical and Maritime Search and Rescue <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(IAMSAR) <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Manual<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dipublikasikan oleh ICAO dan IMO.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">IAMSAR Manual berfungsi untuk menjadi pedoman bagi negara-negara anggotanya dalam memenuhi kebutuhan SAR mereka dan kewajiban mereka untuk mematuhi kedua Konvensi yang telah disebutkan di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penyusunan IAMSAR Manual juga bertujuan untuk membuat satu pedoman umum mengenai SAR dengan pendekatan dari bidang penerbangan dan pelayaran yang dapat memastikan kooperasi dari kedua bidang dalam mengorganisir serta menyediakan jasa SAR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat tiga volume dalam IAMSAR Manual yaitu;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Organization and Management <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Vol. 1): Membahas mengenai konsep sistem SAR global, pembentukan dan peningkatan sistem SAR nasional dan regional serta kooperasi dengan negara-negara tetangga untuk menyediakan jasa SAR yang efektif dan ekonomis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mission Coordination<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Vol. 2): Membantu para personel yang merencanakan dan mengkoordinasikan operasi serta pelatihan SAR.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mobile Facilities <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Vol. 3): Ditunjukkan untuk dibawa oleh unit, pesawat, dan kapal penolong guna membantu performa fungsi pencarian, pertolongan, dan koordinasi lapangan dan dengan aspek SAR yang berkaitan dengan keadaan darurat yang terjadi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masing-masing volume IAMSAR Manual tersebut ditulis dengan memperhatikan tugas dari sistem SAR yang spesifik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, masing-masing volume IAMSAR Manual dapat digunakan sebagai dokumen terpisah atau sebagai satu kesatuan untuk mendapatkan pemahaman mengenai sistem SAR yang komprehensif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Sistem SAR dalam Skala Global<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, ICAO dan IMO bertujuan untuk menyediakan suatu sistem SAR yang efektif secara global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini terkait dengan karakteristik mendasar, praktis, dan humanis dari aspek global SAR yang membuat jasa SAR seharusnya dapat membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan tanpa memandang kewarganegaraannya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selayaknya sistem-sistem lain, sistem SAR juga memerlukan komponen-komponen di dalamnya untuk bekerja sama guna memberikan jasa yang menyeluruh. Beberapa komponen kunci di dalam sistem SAR antara lain adalah;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat dan sub-pusat koordinasi pertolongan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rescue coordination centres and sub-centres<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas operasional dan pendukung (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Operational and support facilities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koordinator lapangan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">On-Scene coordinator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Fase Keadaan Darurat (<\/b><b><i>Emergency Phase<\/i><\/b><b>)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait keadaan darurat, fase keadaan darurat perlu ditetapkan dalam sebuah insiden SAR oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rescue Coordination Center <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(RCC), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rescue Sub-centre <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(RSC), atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Air Traffic Services <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ATS) pertama kali mendapatkan pemberitahuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fase keadaan darurat ini dapat diklasifikasi ulang sesuai dengan perkembangan kondisi yang terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat tiga fase keadaan darurat, yaitu;\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uncertainty phase<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (INCERFA): Merupakan suatu keadaan darurat di mana terdapat informasi mengenai situasi yang memerlukan pengawasan atau informasi lebih lanjut terkait kondisi keamanan seseorang atau pesawat\/kapal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Alert phase <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ALERFA): Merupakan suatu keadaan darurat di mana sebuah pesawat, kapal, jenis transportasi lain (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">craft<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau orang yang berada di dalamnya mengalami kesulitan dan mungkin memerlukan bantuan, namun tidak berhadap dengan bahaya langsung (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">immediate danger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Distress Phase <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(DETRESFA): Merupakan suatu keadaan darurat di mana terdapat kepastian yang cukup mengenai sebuah pesawat, kapal, jenis transportasi lain atau orang yang berada di dalamnya tengah menghadapi suatu bahaya dan memerlukan bantuan dengan segera.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Basarnas dan Sistem SAR Indonesia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, atau lebih dikenal dengan sebutan Basarnas (Badan Search and Rescue Nasional) adalah sebuah lembaga non kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pencarian dan Pertolongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan: Badan Search and Rescue Nasional adalah nama lama sebelum berubah menjadi nama saat ini berdasarkan Perpres No. 6 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 6 September 2016.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disinggung secara singkat di atas, keberadaan Basarnas di Indonesia merupakan salah satu bentuk kepatuhan negara sebagai anggota dari ICAO dan IMO.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Sistem SAR Indonesia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk kepada situs web Basarnas, <\/span><a href=\"https:\/\/basarnas.go.id\/sistem-sar\"><span style=\"font-weight: 400;\">sistem SAR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia merupakan adopsi dari ketentuan yang berlaku bagi seluruh negara anggota ICAO dan IMO.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penyelenggaraan operasi SAR, terdapat 5 komponen SAR di dalam sistem SAR Indonesia. Selayaknya sistem SAR secara global, kelima komponen ini perlu bekerja sama sehingga pelayanan jasa SAR dapat dilakukan dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun kelima komponen tersebut adalah;<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Organisasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Struktur organisasi SAR yang meliputi aspek pengerahan unsur, koordinasi, komando dan pengendalian, kewenangan, lingkup penugasan dan tanggung jawab penanganan musibah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Komunikasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sarana untuk melakukan fungsi deteksi adanya musibah, fungsi komando dan pengendalian operasi dan koordinasi selama operasi SAR.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fasilitas<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Komponen unsur, peralatan atau perlengkapan serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat digunakan dalam operasi atau misi SAR.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pertolongan Darurat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Penyediaan peralatan atau fasilitas perawatan darurat yang bersifat sementara di tempat kejadian hingga tempat penampungan atau fasilitas yang memadai telah tersedia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dokumentasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pendataan laporan, analisa serta data kemampuan operasi SAR yang dilakukan untuk kepentingan misi SAR yang akan datang.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Emergency Response Team Nawakara<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbentuknya Emergency Response Team kami didasari pada Undang-undang No. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang tercantum pada:<\/span><\/p>\n<p><b>Pasal 38 ayat 1\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang yang memiliki Potensi Pencarian dan Pertolongan wajib memenuhi dan membantu dalam Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan atas permintaan Badan Nasional dan Pertolongan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Pasal 80 ayat 1<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam rangka meningkatkan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan secara optimal, masyarakat dapat berperan serta dalam penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Pasal 81<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPeran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 dapat dilakukan secara perorangan, kelompok, organisasi profesi, <\/span><b><i>badan usaha<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dan\/atau organisasi kemasyarakatan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang tahun 2020-2021, Emergency Response Team kami telah membantu menangani keadaan darurat beberapa klien kami, baik perusahaan nasional maupun multinasional, serta keadaan darurat yang terjadi di Indonesia, seperti evakuasi korban gempa bumi di Palu, korban dampak kebakaran (bencana asap) di Palembang, korban banjir di Jakarta, serta korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, Emergency Response Team kami telah memiliki 34 anggota potensi yang telah mendapatkan sertifikasi dari Basarnas. Tim ini memiliki kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua personil Emergency Response Team kami telah dilatih untuk menangani berbagai proses bencana, termasuk dalam penanganan evakuasi yang meliputi, namun tidak terbatas pada:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evakuasi banjir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evakuasi kebakaran (dampak asap)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evakuasi hutan dan gunung meletus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evakuasi huru-hara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses evakuasi, dua hal yang dilakukan oleh Emergency Response Team kami untuk membantu para korban adalah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evakuasi Darurat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Membantu memindahkan orang dari tempat yang berpotensi membahayakan nyawa atau properti ke tempat yang lebih aman seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safe house <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengawalan Keamanan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pengawalan yang dilakukan oleh personil kepada korban kecelakaan\/bencana untuk mengurangi keresahan sekaligus menjaga ketenangan mereka selama di perjalanan menuju tempat yang lebih aman.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lebih lengkap, pelayanan Emergency Response Team kami berupa:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyediaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">man power <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk ditempatkan di lokasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panggilan darurat guna pelaksanaan evakuasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan-pelatihan terkait penanganan bencana (seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Basic Open Mining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Medical Rescue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dll)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tanggal 8 Agustus 2022, Nawakara telah menerima kunjungan dari Direktur Bina Potensi Basarnas, Drs. Mochamad Hernanto, MM yang dilanjutkan dengan kunjungan dari Deputi Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Moh. Barokna Haulah, S.S. pada tanggal 24 September 2022 di Training Center Nawakara, Tangerang Selatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungan tersebut dilakukan guna memeriksa dan melihat secara langsung fasilitas Training Center Nawakara yang direncanakan akan digunakan oleh Basarnas untuk menyelenggarakan pelatihan SAR bagi potensi perwakilan-perwakilan institusi pemerintah seperti TNI, Polri dan LSM yang merupakan bagian dari program kerja tahun 2022.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut kemudian akan mendapatkan sertifikasi langsung dari Basarnas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin mengetahui lebih lanjut terkait Emergency Response Team Nawakara? Anda dapat menghubungi kami <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/contact-us\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini.\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keadaan darurat merupakan keadaan di luar keadaan normal yang dapat disebabkan oleh faktor manusia maupun alam dan dapat membahayakan nyawa manusia, kerusakan harta benda, serta kerusakan lingkungan.\u00a0 Karena merupakan suatu keadaan di luar keadaan normal, sifat keadaan darurat ketika terjadi sulit untuk diprediksi.\u00a0 Terlebih lagi, waktu menjadi hal krusial dalam keadaan darurat sehingga memerlukan penanganan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2268,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2267"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2271,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2267\/revisions\/2271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}