{"id":2468,"date":"2022-12-19T07:18:23","date_gmt":"2022-12-19T00:18:23","guid":{"rendered":"https:\/\/nawakara.com\/id\/?p=2468"},"modified":"2023-01-30T07:24:06","modified_gmt":"2023-01-30T00:24:06","slug":"melindungi-aset-anda-dengan-sistem-alarm-kebakaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawakara.com\/id\/melindungi-aset-anda-dengan-sistem-alarm-kebakaran\/","title":{"rendered":"Melindungi Aset Anda dengan Sistem Alarm Kebakaran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebakaran merupakan sebuah kejadian yang sering kali terjadi di Indonesia. Pada tahun 2021 sendiri, terdapat sebanyak 17.768 <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20220301134907-20-765357\/17768-kebakaran-di-2021-5274-di-antaranya-akibat-korsleting\"><span style=\"font-weight: 400;\">kasus kebakaran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terjadi di Indonesia. Di mana 5.274 atau sekitar 45% di antaranya diakibatkan oleh korsleting listrik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan sebuah bisnis, mengalami kebakaran tentu akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Anda, yang jika dinominalkan bisa mencapai miliaran hingga puluhan miliar rupiah. Belum lagi kerugian yang tidak dapat dinominalkan seperti kerusakan lingkungan atau jatuhnya korban jiwa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sebuah perusahaan yang memperhatikan keselamatan kerja karyawannya, serangkaian tindakan mengenai risiko kebakaran tentu perlu dilakukan. Baik untuk mencegah terjadinya kebakaran maupun memitigasi dampaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tindakan tersebut adalah dengan memasang sistem alarm kebakaran. Lalu, apa fungsi dari alarm kebakaran?<\/span><\/p>\n<p><b>Apa Fungsi dari Alarm Kebakaran?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alarm kebakaran memiliki fungsi utama untuk memberikan tanda bahaya kepada orang-orang yang berada di sekitar lokasi mengenai adanya kebakaran yang dapat berupa suara alarm atau lampu indikator, yang umumnya bertujuan agar orang-orang di sekitar lokasi kebakaran segera melakukan evakuasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, alarm kebakaran juga dapat memberitahukan tempat terjadinya kebakaran yang dapat berupa zona atau titik spesifik, tergantung dengan sistem alarm kebakaran yang digunakan. Hal ini membantu tindakan pencegahan meluasnya kebakaran yang terjadi secara lebih efektif dan efisien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, dari fungsinya dapat dilihat bahwa pemasangan sistem alarm kebakaran tidak bertujuan untuk mencegah timbulnya sebuah kebakaran. Melainkan sebagai tindakan untuk mengurangi dampak dari terjadinya sebuah kebakaran atau menghindari terjadinya kebakaran yang lebih besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui mengenai fungsinya, lantas, bagaimana cara kerja sebuah sistem alarm kebakaran?<\/span><\/p>\n<p><b>Cara Kerja Sistem Alarm Kebakaran<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti cara kerja sistem-sistem lain, sistem alarm kebakaran memerlukan beberapa komponen untuk dapat bekerja dengan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, komponen-komponen tersebut dapat dibagi berdasarkan fungsinya di dalam sistem alarm kebakaran, yaitu: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, proses, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><\/p>\n<p><b><i>Input<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan komponen yang digunakan untuk mendeteksi adanya kebakaran. Perangkat-perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diletakkan pada lokasi-lokasi dalam sebuah bangunan berdasarkan keperluan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua perangkat yang digunakan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam sistem alarm kebakaran, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Manual Call Point (MCP)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manual Call Point atau MCP dapat berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">break glass<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pull station<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">push station<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sesuai dengan namanya, MCP merupakan perangkat di dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang perlu diaktifkan secara manual untuk dapat berfungsi mendeteksi terjadinya kebakaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, MCP baru dapat \u201cmendeteksi\u201d terjadinya kebakaran jika seseorang telah mengaktifkannya. Sehingga, pendeteksian kebakaran sebenarnya dilakukan oleh orang yang mengaktifkan MCP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berbeda dengan perangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detector <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang secara otomatis dapat mendeteksi terjadinya kebakaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Detector<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detector <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat secara otomatis akan aktif ketika mendeteksi terjadinya kebakaran. Beberapa jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detector <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">antara lain adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Smoke Detector <\/i><\/b><b>(Pendeteksi Asap)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendeteksi densitas asap yang berada di lokasi pendeteksi dipasang. Jika densitas telah melebihi ambang batas, maka kebakaran dianggap telah terjadi dan pendeteksi asap akan aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Heat Detector <\/i><\/b><b>(Pendeteksi Panas)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendeteksi suhu dan perubahan suhu di lokasi pendeteksi dipasang. Tergantung jenisnya, jika suhu telah melebihi ambang batas atau terdapat percepatan kenaikan suhu yang signifikan, maka pendeteksi panas akan aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(baik MCP atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detector<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) telah aktif, maka \u201cinformasi\u201d mengenai terjadinya kebakaran akan dikirim ke komponen berikutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Proses<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perangkat yang dimaksud dalam komponen proses adalah Fire Alarm Control Panel atau FACP yang dapat disebut juga Main Control Fire Alarm atau MCFA. FACP merupakan pusat dari seluruh sistem alarm kebakaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi dari FACP adalah menerima informasi mengenai terjadinya kebakaran yang diberikan oleh perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Informasi tersebut kemudian diproses untuk dilanjutkan ke perangkat-perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Output\u00a0<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perangkat-perangkat yang terdapat di dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan perangkat yang memberikan tanda bahwa kebakaran telah terjadi. Perangkat-perangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga ditempatkan di lokasi-lokasi dalam bangunan sesuai dengan keperluan atau peraturan-peraturan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, perangkat-perangkat dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">alarm bell<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">announcer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flash strobe lamp <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat memberikan peringatan secara audio maupun visual kepada orang-orang yang berada dalam bangunan bahwa evakuasi harus dilakukan karena kebakaran telah terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perangkat-perangkat tambahan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water sprinkler<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hydrant box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat masuk ke dalam komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jika telah diintegrasikan ke dalam sistem alarm kebakaran sehingga juga dapat menerima informasi mengenai terjadinya kebakaran melalui Fire Alarm Control Panel.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, ketiga komponen tersebut membangun sebuah sistem alarm kebakaran yang sederhananya dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tipenya (konvensional dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">addressable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dua tipe tersebut, tipe mana yang cocok untuk Anda?<\/span><\/p>\n<p><b>Memilih Sistem Alarm Kebakaran<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih sistem alarm kebakaran yang cocok untuk Anda tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengamanan Anda. Terlebih lagi, mengingat kedua sistem alarm kebakaran tersebut tetap memiliki fungsi yang sama dan cara kerja yang relatif sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain harga, perbedaan antara tipe sistem alarm kebakaran konvensional dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">addressable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terutama terletak pada cara komponen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cberkomunikasi\u201d dengan komponen proses.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem alarm kebakaran konvensional menggunakan teknologi analog untuk \u201cberkomunikasi\u201d. Dalam sistem ini, pemasangan perangkat-perangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dikelompokkan menjadi zona. Sehingga ketika kebakaran terdeteksi, informasi yang didapatkan mengenai tempat terjadinya kebakaran merupakan sebuah zona.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan harganya yang relatif lebih murah, sistem alarm kebakaran konvensional cocok untuk digunakan untuk mengamankan fasilitas dengan ukuran kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk fasilitas yang lebih besar, seperti gedung-gedung perkantoran yang memiliki banyak ruangan. Sistem alarm kebakaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">addressable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan jauh lebih efisien untuk digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memanfaatkan teknologi digital, setiap perangkat pendeteksi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dalam sistem alarm kebakaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">addressable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki alamat atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">addressnya <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masing-masing. Sehingga, informasi yang didapatkan mengenai lokasi terjadinya kebakaran jauh lebih spesifik. Sesuai dengan tempat dari perangkat yang mendeteksinya. Sehingga akan mempercepat proses pemadaman kebakaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Melindungi Aset Anda Bersama Nawakara<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apapun sistem yang Anda pilih, alarm kebakaran bertujuan untuk mengurangi dampak dari terjadinya sebuah kebakaran atau menghindari terjadinya kebakaran yang lebih besar, sehingga meminimalisir kerugian materil dan dapat menyelamatkan jiwa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Nawakara, kami memahami seberapa pentingnya melindungi aset Anda. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem alarm kebakaran pada lokasi bisnis Anda, baik pada gedung perkantoran maupun lokasi produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tim ahli kami akan memastikan bahwa sistem alarm kebakaran Anda telah sesuai dengan keperluan pengamanan aset Anda serta patuh terhadap peraturan-peraturan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat klik <\/span><a href=\"https:\/\/nawakara.com\/id\/contact-us\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ini untuk menghubungi kami.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran merupakan sebuah kejadian yang sering kali terjadi di Indonesia. Pada tahun 2021 sendiri, terdapat sebanyak 17.768 kasus kebakaran yang terjadi di Indonesia. Di mana 5.274 atau sekitar 45% di antaranya diakibatkan oleh korsleting listrik.\u00a0 Dalam menjalankan sebuah bisnis, mengalami kebakaran tentu akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Anda, yang jika dinominalkan bisa mencapai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2468"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2471,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2468\/revisions\/2471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawakara.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}