Nawakara Berbagi Tips dalam Menanamkan Kesadaran Keamanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Nawakara Berbagi Tips dalam Menanamkan Kesadaran Keamanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Jakarta – Dalam rangka program Corporate Social Responsibility (CSR) Nawakara, PT Nawakara Perkasa Nusantara menjadi bagian dari acara Special Kids Expo atau Spekix 2024 dengan menerjunkan personil keamanan event yang disebut dengan P1 Force, yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 11-12 Mei 2024. Spekix merupakan sebuah event penting yang menjadi wadah pertukaran informasi bagi para orang tua dan komunitas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Spekix 2024 yang digelar oleh Zally Zarras Learning Center dan Yayasan Drisana memberikan perhatian khusus terhadap ABK untuk dapat menjalani hidup dan kesehariannya dengan lebih baik. Melalui tema “Love and Kindness Unite-Illuminating the Path to Inclusion and Equality”, salah satu hal yang menjadi concern besarnya adalah bagaimana keselamatan ABK di area publik.

Dalam workshop “Security Awareness for Kids” yang diisi oleh Satria Djaya Najamuddin selaku Deputy CEO & Transformation Nawakara, ia mengungkapkan beberapa hal terkait dengan security assesment bagi ABK khususnya pengidap Autisme.

Salah satu sesi kunci dalam seminar ini menekankan pada pentingnya kolaborasi antara orang tua ABK dan pengelola fasilitas publik seperti mall, rumah sakit, dan area bermain. Pembicaraan mengarah pada strategi praktis dalam melakukan security assessment dan bagaimana pemilik area publik dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan aman bagi Anak Berkebutuhan Khusus.

Sebagai salah satu orang tua dari seorang anak berusia 17 tahun yang mengidap autisme, ia menyampaikan pemahaman mendalam tentang kebiasaan dan jenis kebutuhan khusus untuk anak adalah kunci utama dalam melindungi mereka di lingkungan publik.

Ia yang sempat melepas semua karirnya demi mengetahui kondisi sang anak, memutuskan untuk membawa keluarganya pindah ke Perth, Australia untuk melakukan Early Intervention Program dan menjalani berbagai terapi untuk sang anak mengatakan bahwa sangat penting untuk orang tua memahami bagaimana ABK bereaksi terhadap sesuatu agar ia tidak mudah tantrum saat membawanya ke ruang publik.

“Seperti misalnya mengetahui makanan apa yang membuatnya menjadi lebih aktif dari biasanya sehingga tidak mudah dikontrol, mencari tahu pintu masuk dan keluar yang ada di area publik hingga memberi infromasi pada pengelola layanan publik mengenai kondisi sang anak,” ujar Djaya.

Lebih lanjut ia juga menekankan pada pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam proses edukasi dan keamanan, “Parenting untuk Special Kids atau Anak Berkebutuhan Khusus membutuhkan pendekatan yang berbeda, yang harus selalu diimbangi dengan kesabaran dan pemahaman yang ekstra. Sangat penting untuk terus mendidik masyarakat umum agar lebih sensitif dan inklusif terhadap kebutuhan khusus,” tambahnya.

Terakhir, Djaya menjelaskan bahwa bagi para orang tua dan keluarga dengan Anak berkebutuhan Khusus, memiliki ABK merupakan sebuah anugrah dan patut disyukuri, karena ABK akan menemani orang tuanya di hari tua. Selain itu, memiliki support system yang bisa mendukung orang tua dan anak merupakan hal penting agar mereka bisa tumbuh dan menjalani keseharian yang lebih baik.

CS
close
CS

Halo!
Tim sales kami siap melayani Anda

Kirim Pertanyaan